Minggu, 25 Maret 2018

Resume Buku: Transisi Menuju Demokrasi (oleh Afan Gaffar)

Resume Buku: Transisi Menuju Demokrasi (oleh Afan Gaffar)
Sumber: bukalapak.com



BAB 1
Aspek-Aspek Internasional Demokratisasi
Laurence Whitehead

Seberapa pentingkah faktor-faktor internasional mempengaruhi usaha-usaha redemokratisasi? Motivasi-motivasi apa saja yang mendorong sejumlah pemerintahan negara besar menyatakan “promosi demokrasi” sebagai suatu tujuan penting dari kebijakan luar negeri mereka, dan realistiskah tuntutan-tuntutan itu? Pertanyaan-pertanyaan seperti itu merupakan sebagian dari pertanyaan yang berkenaan dengan aspek internasional transisi dari otorianisme. Tidak ada jawaban universal dan abadi untuk pertanyaan seperti itu. Transisi yang dikaji pada proyek Wilson Center pada umumnya terjadi setelah 1945 dalam situasi damai, kecuali transisi yang terjadi di Italia. Sejarah meningkatkan demokrasi di luar negeri oleh Amerika Serikat, yang paling berkesan terjadi pada akhir kemenangan pemerangan yaitu 1898, 1918, dan 1945.

Kasus-kasus yang dipilih untuk kajian proyek Wilson Center tentang Transisi Pemerintah Otoriter mengandung kesamaan karakteristik yang beragam. Kasus-kasus itu memiliki orientasi yang cenderung berhaluan kanan, dan hampir semuanya merupakan negara-negara yang memiliki tradisi politis yang mengandung unsur liberalisme dan konstitusionalisme.

Dalam diskursus resmi di Washington, London, Paris, dan Brussels, peningkatan demokrasi merupakan tema yang sedang diangkat. Di waktu yang lebih baru, retorika demokrasi telah sering dipakai sebagai kedok untuk mendukung praktik-praktik yang kurang menyenangkan. Tidak mengherankan bahwa pernyataan-pernyataan resmi yang mendukung demokrasi di tingkat abstrak berkorelasi sangat lemah dengan perilaku empiris yang mempengaruhi kepentingan-kepentingan spesifik dan hubungan internasional.

Rabu, 01 Februari 2017

Review Film Istirahatlah Kata-Kata



Film ini bercerita tentang kehidupan Wiji Tukul, seorang sastrawan dan aktivis hak asasi manusia, selama menjadi buronan rezim Orde Baru. Secara pribadi, saya menganjurkan kepada seluruh masyarakat Indonesia untuk menonton film ini. Mengapa? Pertama, film ini sarat akan pesan moral, khususnya bagi generasi muda yang akan memimpin bangsa ini. Kedua, agar masyarakat dapat mengetahui sejarah bangsa Indonesia, khususnya sejarah kelam bangsa Indonesia yang selama ini selalu ditutup-tutupi rezim penguasa. Dan yang terakhir, menonton film ini secara langsung di bioskop berarti mendukung kemajuan film Indonesia.

Jumat, 11 Maret 2016

Review Buku Mendobrak Sentralisme Ekonomi Indonesia 1986-1992

source : toko-bukubekas.blogspot.com

Identitas Buku
Judul               : Mendobrak Sentralisme Ekonomi Indonesia 1986-1992
Penulis             : Rizal Mallarangeng
Penerbit           : KPG (Kepustakaan Populer Gramedia)
Tahun Terbit    : Cetakan Pertama, Maret 2002
                          Cetakan Kedua, Agustus 2005
Tebal Halaman : xxxviii + 268 halaman
Ukuran Buku  : 14 cm x 21 cm
ISBN               : 979-9023-71-8


         Buku yang ditulis oleh Rizal Mallarangeng ini merupakan disertasinya di Ohio State University, Amerika Serikat, yang kemudian terbit menjadi buku. Buku yang saya baca merupakan cetakan kedua, yang terbit pada Agustus 2004. Buku  ini memusatkan perhatian pada proses liberalisasi ekonomi di Indonesia. Dimulai dengan jatuhnya rezim Presiden Soekarno yang sangat anti-kapitalis. Dilanjutkan dengan masa awal pemerintahan orde baru yaitu saat liberalisasi ekonomi sudah dimulai namun masih banyak ditentang oleh kaum proteksionis. Kemudian liberalisasi ekonomi mencapai puncaknya pada tahun 1986-1992. Dalam buku ini, liberalisasi ekonomi didefinisikan sebagai perubahan kebijakan dari kebijakan sentralis menjadi kebijakan yang propasar. Dalam perjalanannya sering kali terjadi gejolak antara kaum proteksionis yang mendukung intervensi pemerintah dalam perekonomian nasional dan kaum propasar yang mendukung mekanisme pasar dan peran pihak swasta yang lebih besar dalam perekonomian nasional.