![]() |
| Sumber: bukalapak.com |
BAB 1
Aspek-Aspek Internasional
Demokratisasi
Laurence Whitehead
Seberapa
pentingkah faktor-faktor internasional mempengaruhi usaha-usaha
redemokratisasi? Motivasi-motivasi apa saja yang mendorong sejumlah
pemerintahan negara besar menyatakan “promosi demokrasi” sebagai suatu tujuan
penting dari kebijakan luar negeri mereka, dan realistiskah tuntutan-tuntutan
itu? Pertanyaan-pertanyaan seperti itu merupakan sebagian dari pertanyaan yang
berkenaan dengan aspek internasional transisi dari otorianisme. Tidak ada
jawaban universal dan abadi untuk pertanyaan seperti itu. Transisi yang dikaji
pada proyek Wilson Center pada umumnya terjadi setelah 1945 dalam situasi
damai, kecuali transisi yang terjadi di Italia. Sejarah meningkatkan demokrasi
di luar negeri oleh Amerika Serikat, yang paling berkesan terjadi pada akhir
kemenangan pemerangan yaitu 1898, 1918, dan 1945.
Kasus-kasus
yang dipilih untuk kajian proyek Wilson Center tentang Transisi Pemerintah
Otoriter mengandung kesamaan karakteristik yang beragam. Kasus-kasus itu
memiliki orientasi yang cenderung berhaluan kanan, dan hampir semuanya
merupakan negara-negara yang memiliki tradisi politis yang mengandung unsur
liberalisme dan konstitusionalisme.
Dalam
diskursus resmi di Washington, London, Paris, dan Brussels, peningkatan
demokrasi merupakan tema yang sedang diangkat. Di waktu yang lebih baru,
retorika demokrasi telah sering dipakai sebagai kedok untuk mendukung
praktik-praktik yang kurang menyenangkan. Tidak mengherankan bahwa
pernyataan-pernyataan resmi yang mendukung demokrasi di tingkat abstrak
berkorelasi sangat lemah dengan perilaku empiris yang mempengaruhi
kepentingan-kepentingan spesifik dan hubungan internasional.


