Senin, 11 Februari 2019

Tabayyun sebagai Langkah Tepat Mengatasi Hoax dalam Musim Pemilu

sumber: https://kominfo.go.id

Menjelang pemilihan umum (pemilu), tentunya berbagai cara dan strategi dilakukan oleh tim sukses maupun simpatisan peserta pemilu.  Namun sangat disayangkan, terkadang cara dan strategi yang dilakukan bukanlah suatu hal yang baik, terlebih untuk dijadikan proses pembelajaran bagi masyarakat Indonesia dalam berdemokrasi. Tindakan-tindakan seperti ujaran kebencian, menyerang pribadi lawan politik, dan menyebarkan berita bohong (hoax) merupakan beberapa contoh tindakan tidak terpuji yang dilakukan peserta pemilu maupun simpatisan mereka.
Seiring perkembangan zaman, teknologi pun kian berkembang. Perkembangan tersebut juga berpengaruh pada bidang politik. Dalam bidang politik, adanya perkembangan teknologi menuntut transformasi cara berkampanye para peserta pemilu. Kampanye yang awalnya dilakukan secara konvensional, yakni dengan mendatangi masyarakat secara langsung, memasang spanduk, baliho, dan poster, saat ini harus menyesuaikan dengan perkembangan teknologi. Salah satu caranya adalah dengan memanfaatkan media sosial dan portal surat kabar daring (online).
Pemanfaatan media sosial dan portal surat kabar daring dalam berkampanye tentunya memiliki beberapa keunggulan yang tidak diperoleh dengan berkampanye secara konvensional. Peserta pemilu bisa menghemat biaya  sebab teknologi membuat pemilu lebih murah, misalnya peserta pemilu bisa menghemat biaya operasional untuk mendatangi masyarakat ataupun memasang alat peraga kampanye. Selain itu, dari segi waktu dan tenaga bisa lebih hemat sebab penggunaan teknologi bisa dilakukan kapanpun dan di manapun.
Terlepas dari keunggulan yang ada dari pemanfaat teknologi dalam berkampanye, terdapat pula kekurangannya. Adanya media sosial terkadang membuat pihak-pihak yang tidak bertanggungjawab menyebarkan berita bohong (hoax) untuk memperoleh keuntungan bagi dirinya maupun kelompoknya. Kata hoax sendiri berasal dari filsuf Inggris Robert Nares, seperti dikutip dari brilio.net dari WikiWand, secara etimologi, hoax berasal dari kata hocus yang berarti menipu[1]. Penyebaran berita hoax dalam kampanye dilakukan dikarenakan penyebaran berita hoax dapat dilakukan dengan mudah dan efektif dalam mempengaruhi masyarakat.
Mudahnya tersebar berita hoax juga disebabkan rendahnya tingkat literasi masyarakat Indonesia sehingga masyarakat akan mudah percaya terhadap judul berita hoax yang pada umumnya cukup menarik perhatian. Dikutip dari pikiran-rakyat.com, berdasarkan studi "Most Littered Nation In the World" yang dilakukan oleh Central Connecticut State Univesity pada 2016 lalu, Indonesia dinyatakan menduduki peringkat ke-60 dari 61 negara soal minat membaca. Indonesia persis berada di bawah Thailand (59) dan di atas Bostwana (61).[2] Rendahnya minat baca masyarakat Indonesia membuat berita hoax diterima begitu saja, sebab masyakarat enggan untuk memverifikasi kebenaran berita tersebut. Terlebih jika berita tersebut disukai oleh mereka dikarenakan berita tersebut menguntungkan calon atau peserta pemilu yang mereka dukung, maka kemungkinan besar berita tersebut akan langsung disebar.
Jika penyebaran berita hoax tidak segera dibendung, dikhawatirkan hal tersebut dapat membuat perpecahan di kalangan masyarakat. Salah satu cara untuk membendung berita hoax adalah dengan melakukan tabayyun. Dikutip dari wajibbaca.com, pengertian tabayyun terbagi menjadi dua, yakni secara bahasa dan istilah. Secara bahasa tabayyun berarti mencari kejelasan tentang sesuatu hingga jelas dan benar keadaan sesungguhnya. Sedangkan secara istilah tabayyun berarti meneliti dan menyeleksi suatu berita, tidak secara tergesa-gesa dalam memutuskan suatu permasalahan baik dalam perkara hukum, kebijakan dan sebaginya hingga sampai jelas benar permasalahnnya, sehingga tidak ada pihak yang merasa terdzolimi atau tersakiti.[3]
Tabayyun sendiri memang merupakan istilah dari Bahasa Arab. Namun dilihat dari maknanya, istilah tersebut bisa diterapkan dalam konteks saat ini, terutama dalam membendung berita-berita bohong (hoax). Ada beberapa langkah yang dapat dilakukan dengan cara tabayyun dalam rangka membendung berita hoax.
Pertama, jangan mudah percaya terhadap judul yang menarik. Terkadang berita-berita hoax selalu disertai judul-judul yang menarik, bahkan tak jarang provokatif. Hal ini dilakukan agar pembaca memiliki rasa ingin tahu terhadap isi berita tersebut. Bahkan tak jarang pembaca berita hanya melihat judul saja, lalu menyebarkan berita hoax tersebut tanpa membaca sampai tuntas berita tersebut. Dalam hal ini disarankan
Kedua, selalu cek sumber berita. Tidak jarang suatu berita hoax berasal dari sumber yang tidak kredibel. Berita-berita hoax yang beredar umumnya jarang disertai sumber-sumber asal berita tersebut. Kalaupun ada sumber yang tertera, sering kali disebut berasal dari seorang tokoh, pakar, atau ahli dalam hal tertentu yang mana bila dicari pada mesin pencarian google tidak pernah tokoh, pakar, atau ahli tersebut mengatakan hal yang diberitakan pada berita hoax yang beredar. Dengan kata lain, si pembuat berita mencatut nama tokoh, pakar, atau ahli dengan harapan masyarakat langsung mempercayai berita tersebut. Jika sumber berita berasal dari suatu instansi atau situs website, disarankan untuk jangan mudah percaya. Buka langsung situs resmi instansi terkait atau website yang disebutkan karena hal tersebut dilakukan agar masyarakat langsung percaya ketika disebutkan suatu instansi atau website sebagai sumber berita.
Ketiga, selalu cek keaslian foto. Berita-berita hoax memang sering kali muncul dengan memberikan foto disertai beberapa kalimat atau paragraf yang menerangkan foto tersebut. Namun seringkali pula keterangan pada foto-foto tersebut tidak sesuai dengan kenyataannya. Bahkan tak jarang terdapat foto yang dimanipulasi dengan tujuan mengarahkan opini masyarakat untuk kepentingan tertentu. Untuk itu, ada langkah jitu untuk mengatasinya yakni dengan menyeret foto tersebut kepada mesin pencari google. Maka dengan otomatis akan langsung dapat diketahui keterangan asli mengenai foto tersebut, disertai juga sumber asal foto tersebut.
Keempat, selalu skeptis terhadap segala macam informasi belum tentu benar. Dalam mengatasi hoax terutama dengan tabayyun, sifat skeptis diperlukan agar tidak mudah terpengaruh oleh berita-berita hoax. Skeptis sendiri berarti tidak percaya terhadap suatu sesuatu yang belum pasti kebenarannya. Langkah yang dilakukan adalah dengan mengecek berita yang diduga hoax kepada beberapa sumber, bisa dari media televisi, internet, atau mengkonfirmasi secara langsung berita yang diperoleh tersebut.
Kelima, mengikuti media sosial yang mengungkapkan berita-berita hoax. Langkah ini dilakukan agar mempunyai referensi mengenai berita apa saja yang beredar di masyarakat namun terbukti bohong. Ada berbagai platform media sosial yang menyediakan akun-akun anti-hoax seperti instagram atau twitter. Sering kali akun-akun tersebut juga menyertakan berita yang sebenarnya terjadi atau mengklarifikasi foto-foto yang ada pada berita hoax.
Itulah beberapa langkah tabayyun yang dapat dilakukan dalam rangka mengatasi hoax. Saat ini berita hoax memang mudah tersebar, terlebih pada musim-musim politik seperti tahun 2019 ini banyak pihak yang memanfaatkan berita hoax untuk keuntungan pribadi atau kelompoknya. Namun dengan cara yang jitu, berita hoax bisa diatasi dengan baik. 



[1] https://www.brilio.net/life/ini-asal-usul-kata-hoax-dan-bagaimana-bisa-dikenal-banyak-orang-150520l.html# diakses pada 10 Februari 2019 pukul 14.08 WIB.
[2] https://www.pikiran-rakyat.com/pendidikan/2017/03/17/soal-minat-baca-indonesia-peringkat-60-dari-61-negara-396477 diakses pada 10 Februari 2019 pukul 14.10 WIB.
[3] http://www.wajibbaca.com/2018/05/tabayyun-adalah.html diakses pada 10 Februari 2019 pukul 18.09 WIB.

Senin, 26 Maret 2018

Manajemen Proyek: Pengadaan Air Bersih Desa Cikelet

Postingan ini merupakan salah satu tugas mata kuliah Manajemen Proyek di program studi saya. Karena ada salah satu teman yang meminta, tak ada salahnya saya bagikan saja~





BAB I
PENDAHULUAN

Latar Belakang
Penyediaan air bersih untuk masyarakat mempunyai peranan yang sangat penting dalam meningkatkan kesehatan lingkungan atau masyarakat, yakni mempunyai peranan dalam menurunkan angka penderita penyakit, khususnya yang berhubungan dengan air, dan berperan dalam meningkatkan standar atau taraf/kualitas hidup masyarakat.

Sampai saat ini, penyediaan air bersih untuk masyarakat di Indonesia masih dihadapkan pada beberapa permasalahan yang cukup kompleks dan sampai saat ini belum dapat diatasi sepenuhnya. Salah satu masalah yang masih dihadapi sampai saat ini yakni masih rendahnya tingkat pelayanan air bersih untuk masyarakat.

Sekitar 60% warga di Jawa Barat masih kesulitan untuk mengakses air bersih. Hal ini diakibatkan privatisasi air yang semakin marak di Jawa Barat. Secara kualitas air di Jabar menurun begitu pun secara kuantitas. Maka tidak heran jika akses untuk mendapatkan air dan air bersih dinilai sulit.
Meski pemerintah telah membatalkan UU Nomor 7 Tahun 2004 tentang Sumber Daya Air dan kembali diberlakukannya UU Nomor 11 Tahun 1974 tentang Pengairan oleh Mahkamah Konstitusi RI.  Akan tetapi pengawasan terhadap privatisasi sumber daya air dinilai masih lemah. Walau bagaimana pun, pemerintah seharusnya bisa menegakan dan memenuhi akses Sumber Daya Air (SDA) yang bisa dinikmati oleh masyarakat.

Salah satu daerah di Jawa Barat yang masih kesulitan untuk mengakses air bersih adalah Kecamatan Cikelet yang berada di daerah Garut Selatan. Dimana sumber mata air yang berada di Kecamatan Cikelet saat ini hanya mengeluarkan air sedikit sehingga membuat masyarakat sangat kekurangan air bersih.

Dikarenakan permasalahan kekurangan air bersih yang berada di Kecamatan Cikelet tersebut maka disini kami akan mengajukan proyek “Pengadaaan Air Bersih” di kecamatan Cikelet, Garut Selatan.

Rumusan Masalah
·         Bagaimana cara melakukan pengadaan air bersih di Kecamatan Cikelet?
·         Mengapa harus dilakukan pengadaan air bersih di Kecamatan Cikelet?
·         Apa dampak kekurangan air bersih bagi kesehatan masyarakat di Kecamatan Cikelet?

Tujuan
Untuk meningkatkan sumber air bersih di Kecamatan Cikelet
Untuk mengurangi dampak penyakit yang disebabkan karena kurangnya air bersih

Target Luaran
·         Terlaksananya pengadaan air bersih di Kecamatan Cikelet
Pengadaan air bersih ini akan tercipta dengan pembuatan sumur di setiap desa yang berada di Kecamatan Cikelet.


Minggu, 25 Maret 2018

Resume Buku: Transisi Menuju Demokrasi (oleh Afan Gaffar)

Resume Buku: Transisi Menuju Demokrasi (oleh Afan Gaffar)
Sumber: bukalapak.com



BAB 1
Aspek-Aspek Internasional Demokratisasi
Laurence Whitehead

Seberapa pentingkah faktor-faktor internasional mempengaruhi usaha-usaha redemokratisasi? Motivasi-motivasi apa saja yang mendorong sejumlah pemerintahan negara besar menyatakan “promosi demokrasi” sebagai suatu tujuan penting dari kebijakan luar negeri mereka, dan realistiskah tuntutan-tuntutan itu? Pertanyaan-pertanyaan seperti itu merupakan sebagian dari pertanyaan yang berkenaan dengan aspek internasional transisi dari otorianisme. Tidak ada jawaban universal dan abadi untuk pertanyaan seperti itu. Transisi yang dikaji pada proyek Wilson Center pada umumnya terjadi setelah 1945 dalam situasi damai, kecuali transisi yang terjadi di Italia. Sejarah meningkatkan demokrasi di luar negeri oleh Amerika Serikat, yang paling berkesan terjadi pada akhir kemenangan pemerangan yaitu 1898, 1918, dan 1945.

Kasus-kasus yang dipilih untuk kajian proyek Wilson Center tentang Transisi Pemerintah Otoriter mengandung kesamaan karakteristik yang beragam. Kasus-kasus itu memiliki orientasi yang cenderung berhaluan kanan, dan hampir semuanya merupakan negara-negara yang memiliki tradisi politis yang mengandung unsur liberalisme dan konstitusionalisme.

Dalam diskursus resmi di Washington, London, Paris, dan Brussels, peningkatan demokrasi merupakan tema yang sedang diangkat. Di waktu yang lebih baru, retorika demokrasi telah sering dipakai sebagai kedok untuk mendukung praktik-praktik yang kurang menyenangkan. Tidak mengherankan bahwa pernyataan-pernyataan resmi yang mendukung demokrasi di tingkat abstrak berkorelasi sangat lemah dengan perilaku empiris yang mempengaruhi kepentingan-kepentingan spesifik dan hubungan internasional.

Minggu, 28 Januari 2018

Berwisata ke Suku Baduy, Belajar Tradisi, Budaya, dan Kehidupan

Berkunjung ke suku Baduy sudah menjadi wacana saya dan teman-teman sejak tahun lalu. Berawal dari ajakan teman yang tinggal di Rangkasbitung untuk sekedar mengisi waktu liburan. Namun dikarenakan hal tersebut hanya sekedar wacana, maka berwisata ke suku Baduy baru terlaksana pada liburan semester kali ini. Menuju ke Baduy saya berangkat bersama , total kami ada 6 orang 5 orang teman saya, total kami ada 6 orang.

Suku Baduy sendiri berada di Desa Kanekes, Kecamatan Leuwidamar, Kabupaten Lebak. Untuk menuju ke sana saya bersama empat orang teman berangkat dari Cileunyi. Sedangkan 1 orang lagi merupakan orang Rangkasbitung. Dari Cileunyi kami menggunakan Bis Primajasa menuju Lebak Bulus dengan tarif Rp. 40.000,-. Kami sampai di Cileunyi pada Minggu, 21 Jannuari 2018 pukul 23.00. Untuk mendapatkan bis tersebut kami harus menunggu kurang lebih sekitar 20 menit. Ketika bis tiba, kami cukup gelisah dikarenakan bis sudah cukup penuh dilihat dari adanya penumpang yang berdiri ditambah dengan banyaknya calon penumpang di Cileunyi yang hendak naik bis tersebut. Namun apa daya, melihat waktu sudah menunjukkan pukul 23.20 kami mau tidak mau menaiki bis tersebut. Di dalam bis, kami bersyukur bisa duduk, walaupun ala kadarnya di paling depan dekat pintu keluar dan tempat duduk supir. Walaupun sudah memasuki tol, bis masih menarik penumpang yaitu para supporter yang habis menonton pertandingan sepak bola. Sehingga kondisi bis semakin sesak oleh penumpang. Di perjalanan pun kami tidak bisa beristirahat dengan tenang dikarenakan banyaknya penumpang yang turun di tengah jalan tol. Setelah memasuki daerah Purwakarta, kami bisa istirahat dengan cukup tenang dikarenakan sudah tidak ada penumpang yang turun di jalan tol. Perjalanan menuju Lebak Bulus ditempuh kurang lebih 3 setengah jam. Kami berhasil mendapatkan tempat duduk ketika sudah mulai memasuki Jakarta. Walaupun demikian, kami bisa tidur sedikit nyenyak di tempat duduk penumpang.

Jumat, 22 September 2017

Berbagi Pengalaman Kena Tilang

Berbagi Pengalaman Kena Tilang
Source: www.polri.go.id


Hari itu, Sabtu 9 September 2017 saya mendapatkan kejadian yang tidak diharapkan. Motor saya diberhentikan oleh petugas di Jalan A. H. Nasution Bandung, kira-kira setelah pertigaan Pasir Impun sebelum Cicaheum. 

Kejadian terjadi sekitar pukul 5 sore. Jalanan yang macet membuat saya memacu kendaraan cukup pelan, kurang lebih 20km/jam. Di tempat kejadian, seorang petugas sudah berada di tengah jalan sambil mengisyaratkan saya untuk menghentikan kendaraan dan membawanya ke pinggir. Saya pun sadar kalau saya lupa menyalakan lampu besar. Di situ saya pasrah saja karena memang kesalahan saya. 

Selasa, 04 Juli 2017

Sisi Lain Unpad dan Jatinangor

kampusaja.com

Banyak yang bilang, kampus ini merupakan kampus terfavorit se-Indonesia. Tiap tahun selalu terdepan dalam hal jumlah peminat. Pun dengan tahun ini (2017) yang juga menempati posisi pertama (lagi) dalam hal jumlah peminat pada Seleksi Penerimaan Mahasiswa Baru. Entah memang mereka beranggapan kampusku ini berkualitas atau memang karena sadar akan realitas sulitnya menembus Si Jaket Kuning dan Si Jaket Abu. 

Tulisan ini saya buat sebagai curahan hati, dari seorang manusia biasa yang "masih" berstatus sebagai Mahasiswa di kampus berlambang kujang yang terletak di Jatinangor. Melihat dan merasakan berbagai macam keresahan yang dialami selama kurang lebih 2 tahun kuliah. Tak bisa disalahkan jika sebagian nantinya berpikir bahwa saya hanya menjelek-jelekkan almamater sendiri. Lebih dari itu, ada maksud mulia dibalik tulisan ini. Saya tidak ingin ada calon adik-adik yang nanti ketika kuliah menyesal telah memilih kampus terfavorit ini. Sebuah harapan, semoga tulisan ini bisa memberi sedikit pencerahan bagi sekalian alam. 

Selamat bernalar wahai makhluk berakal. 

Sabtu, 17 Juni 2017

Pendidikan Multikultural untuk Mewujudkan Toleransi Kehidupan Berbangsa

Karya ini diikutsertakan pada Lomba Esai Nasional FSLN 2017
“Membangun Generasi Abad 21”

Sumber: markijar.com

Indonesia merupakan negara kepulauan yang memiliki keanekaragaman dan kekayaan yang tinggi, baik suku, budaya, bahasa, adat istiadat, agama, dan lainnya. Tercatat Indonesia memiliki lebih dari 18.000 pulau, 250 juta penduduk, dan lebih dari 1.000 suku yang ada di Indonesia.

Tentunya setiap budaya dan daerah yang ada di Indonesia memiliki nilai-nilai yang luhur, yang menjadi jati diri bangsa Indonesia. Bila dimaknai dengan baik, nilai-nilai luhur bangsa Indonesia dapat membentuk karakter bangsa yang memiliki moral tinggi.