Jumat, 22 September 2017

Berbagi Pengalaman Kena Tilang

Berbagi Pengalaman Kena Tilang
Source: www.polri.go.id


Hari itu, Sabtu 9 September 2017 saya mendapatkan kejadian yang tidak diharapkan. Motor saya diberhentikan oleh petugas di Jalan A. H. Nasution Bandung, kira-kira setelah pertigaan Pasir Impun sebelum Cicaheum. 

Kejadian terjadi sekitar pukul 5 sore. Jalanan yang macet membuat saya memacu kendaraan cukup pelan, kurang lebih 20km/jam. Di tempat kejadian, seorang petugas sudah berada di tengah jalan sambil mengisyaratkan saya untuk menghentikan kendaraan dan membawanya ke pinggir. Saya pun sadar kalau saya lupa menyalakan lampu besar. Di situ saya pasrah saja karena memang kesalahan saya. 

Selasa, 04 Juli 2017

Sisi Lain Unpad dan Jatinangor

kampusaja.com

Banyak yang bilang, kampus ini merupakan kampus terfavorit se-Indonesia. Tiap tahun selalu terdepan dalam hal jumlah peminat. Pun dengan tahun ini (2017) yang juga menempati posisi pertama (lagi) dalam hal jumlah peminat pada Seleksi Penerimaan Mahasiswa Baru. Entah memang mereka beranggapan kampusku ini berkualitas atau memang karena sadar akan realitas sulitnya menembus Si Jaket Kuning dan Si Jaket Abu. 

Tulisan ini saya buat sebagai curahan hati, dari seorang manusia biasa yang "masih" berstatus sebagai Mahasiswa di kampus berlambang kujang yang terletak di Jatinangor. Melihat dan merasakan berbagai macam keresahan yang dialami selama kurang lebih 2 tahun kuliah. Tak bisa disalahkan jika sebagian nantinya berpikir bahwa saya hanya menjelek-jelekkan almamater sendiri. Lebih dari itu, ada maksud mulia dibalik tulisan ini. Saya tidak ingin ada calon adik-adik yang nanti ketika kuliah menyesal telah memilih kampus terfavorit ini. Sebuah harapan, semoga tulisan ini bisa memberi sedikit pencerahan bagi sekalian alam. 

Selamat bernalar wahai makhluk berakal. 

Sabtu, 17 Juni 2017

Pendidikan Multikultural untuk Mewujudkan Toleransi Kehidupan Berbangsa

Karya ini diikutsertakan pada Lomba Esai Nasional FSLN 2017
“Membangun Generasi Abad 21”

Sumber: markijar.com

Indonesia merupakan negara kepulauan yang memiliki keanekaragaman dan kekayaan yang tinggi, baik suku, budaya, bahasa, adat istiadat, agama, dan lainnya. Tercatat Indonesia memiliki lebih dari 18.000 pulau, 250 juta penduduk, dan lebih dari 1.000 suku yang ada di Indonesia.

Tentunya setiap budaya dan daerah yang ada di Indonesia memiliki nilai-nilai yang luhur, yang menjadi jati diri bangsa Indonesia. Bila dimaknai dengan baik, nilai-nilai luhur bangsa Indonesia dapat membentuk karakter bangsa yang memiliki moral tinggi.

Rabu, 01 Februari 2017

Review Film Istirahatlah Kata-Kata



Film ini bercerita tentang kehidupan Wiji Tukul, seorang sastrawan dan aktivis hak asasi manusia, selama menjadi buronan rezim Orde Baru. Secara pribadi, saya menganjurkan kepada seluruh masyarakat Indonesia untuk menonton film ini. Mengapa? Pertama, film ini sarat akan pesan moral, khususnya bagi generasi muda yang akan memimpin bangsa ini. Kedua, agar masyarakat dapat mengetahui sejarah bangsa Indonesia, khususnya sejarah kelam bangsa Indonesia yang selama ini selalu ditutup-tutupi rezim penguasa. Dan yang terakhir, menonton film ini secara langsung di bioskop berarti mendukung kemajuan film Indonesia.

Selasa, 27 Desember 2016

Mengintip Kota Bandung di Musim Liburan



Seiring dengan dimulainya musim liburan sekolah, natal dan tahun baru 2017, rumah dinas Wali Kota Bandung atau disebut juga Pendopo Kota Bandung kini dibuka untuk umum. Pendopo Kota Bandung merupakan bangunan bersejarah yang merupakan kediaman Bupati Bandung pada masa itu, dan sekarang menjadi rumah dinas Wali Kota Bandung.

Awalnya, Pendopo Kota Bandung dibuka setiap Sabtu dan Minggu pada pukul 09.00-12.00 kemudian jeda makan siang dan sholat dzuhur, lalu dibuka kembali pada pukul 13.30-16.00. Khusus liburan kali ini, dimulai dari 25 Desember 2016 – 31 Januari 2016, Pendopo Kota Bandung dibuka setiap hari.

Lokasi Pendopo Kota Bandung cukup mudah dijangkau. Letaknya persis di depan Masjid Raya Bandung. Untuk memasuki tempat ini, pengunjung tidak dipungut biaya atau uang masuk, pengunjung cukup memberikan kartu identitas kepada petugas di pintu masuk yang bisa digunakan untuk satu keluarga atau rombongan. Beberapa arahan dari Wali Kota Bandung adalah untuk berpakaian yang sopan, tidak parkir di pendopo, dan tidak membawa makanan dan minuman. Untuk tempat parkir, pengunjung bisa menyimpan kendaraan di basement Masjid Raya Bandung yang lokasinya sangat dekat.

Kamis, 01 Desember 2016

Hari AIDS sebagai Langkah Awal untuk Merangkul Orang dengan HIV/AIDS


“Jauhi penyakitnya, bukan orangnya”. Slogan itu banyak disuarakan ketika perayaan hari AIDS sedunia yang jatuh pada 1 Desember 2016. Masih banyak anggapan di masyarakat bahwa orang dengan HIV/AIDS (ODHA) dapat menularkan penyakitnya. Hal ini tentunya memberikan stigma negatif kepada mereka yang padahal seharusnya mendapatkan bantuan dan dorongan dari kita.

AIDS sendiri merupakan kependekan dari ‘Acquired Immune Deficiency Syndrome’. Acquired berarti didapat, bukan keturunan. Immune terkait dengan sistem kekebalan tubuh kita. Deficiency berarti kekurangan. Syndrome atau sindrom berarti penyakit dengan kumpulan gejala, bukan gejala tertentu. Jadi AIDS berarti kumpulan gejala akibat kekurangan atau kelemahan sistem kekebalan tubuh yang dibentuk setelah kita lahir.[1]

Minggu, 20 November 2016

Kecenderungan Media dalam Menyudutkan Perempuan pada Kasus Prostitusi

Source: http://klikkabar.com/


Prostutusi merupakan pertukaran hubungan seksual dengan uang atau hadiah sebagai suatu transaksi perdagangan.[1] Prostitusi atau pelacuran telah muncul jauh sebelum peradaban modern menyentuh kehidupan manusia. Prostitusi diyakini muncul karena adanya pembagian peran laki-laki dan perempuan yang sudah muncul pada masyarakat primitif. Jauh sebelum adanya peradaban modern, tugas perempuan diarahkan untuk melayani kebutuhan seks laki-laki, bahkan sampai sekarang masih banyak yang meyakini hal tersebut. Para antropolog melihat bahwa pelacuran tidak lepas dari peninggalan masyarakat primitif yang berpola matriarkhi. Sedangkan kaum feminis memandang bahwa pelacuran adalah akibat dari kuatnya sistem patriarkhi. Sementara kaum Marxis melihat pelacuran sebagai akibat yang niscaya dari perkembangan kapitalisme.[2]